Latar Belakang: Ulkus diabetik merupakan komplikasi kronis yang sering dialami pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dan berkontribusi pada peningkatan risiko amputasi, penurunan kualitas hidup, dan mortalitas, sehingga pengenalan faktor risiko diperlukan sebagai tindakan pencegahan. Tujuan: Menganalisis hubungan antara berbagai faktor risiko dan kejadian ulkus diabetik pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSI NU Demak. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan kasus-kontrol yang diterapkan pada 86 responden yang dibagi menjadi 43 kelompok kasus dan 43 kelompok kontrol di RSI NU Demak pada periode 2024-2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dan analisis data menggunakan uji Chi-Square dan Odds Ratio (OR) dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Analisis menunjukkan bahwa kadar HbA1c ?6,5% memiliki hubungan terkuat dengan kejadian tukak lambung diabetik (OR=34,594; 95% CI: 7,356–162,687; p<0,001). Faktor risiko berikutnya terjadinya hipertensi (OR=31,353; 95% CI: 6,686–147,035; p<0,001), kadar kolesterol ?240 mg/dL (OR=25,895; 95% CI: 5,542–120,987; p<0,001), obesitas dengan BMI ?30 kg/m² (OR=24,889; 95% CI: 3,118–198,691; p<0,001), usia ?60 tahun (OR=19,633; 95% CI: 6,241–61,761; p<0,001), dan durasi Diabetes Melitus Tipe 2 >5 tahun (OR=17,826; 95% CI: 3,819–83,203; p<0,001). Sebaliknya, jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian diabetes (OR=0,901; p=1,000). Kesimpulan: Kadar HbA1c, tekanan darah, kadar Kolesterol, BMI, usia, dan durasi Diabetes Melitus Tipe 2 terbukti berhubungan secara signifikan dengan kejadian tukak diabetes pada pasien di RSI NU Demak, sedangkan jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.
Copyrights © 2026