Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat CENDEKIA UTAMA
Vol 15, No 2 (2026): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama

PENGALAMAN ORANG TUA DALAM MEMENUHI ACTIVITY DAILY LIVING (ADL) PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS TUNADAKSA DI SLB KABUPATEN SUMEDANG

Diana Herawati (Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Daerah Sumedang)
Nunung Siti Sukaesih (Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Daerah Sumedang)
Amanda Puspanditaning Sejati (Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Daerah Sumedang)



Article Info

Publish Date
01 Aug 2026

Abstract

Anak dengan disabilitas fisik (tunadaksa) menghadapi tantangan yang kompleks dalam menjalani aktivitas sehari-hari, pendidikan, serta adaptasi sosial. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pengalaman orang tua dalam mendampingi anak dengan disabilitas dalam kegiatan kehidupan sehari-hari (Activity Daily Living/ADL). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi untuk menggambarkan pengalaman orang tua dalam memenuhi ADL anak tunadaksa di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kabupaten Sumedang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam kepada 3 orang tua anak dengan disabilitas fisik, kemudian dianalisis secara tematik melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan anak dalam melakukan aktivitas sehari-hari sangat bergantung pada tingkat keparahan disabilitas dan dukungan keluarga. Anak dengan kemampuan motorik yang lebih baik menunjukkan tingkat kemandirian lebih tinggi dibandingkan anak dengan gangguan berat. Faktor lingkungan dan keterlibatan orang tua, terutama ibu, berperan besar dalam membentuk kemampuan adaptif, motivasi, dan kepercayaan diri anak. Selain itu, dukungan sosial dan spiritual terbukti memperkuat ketahanan emosional orang tua dalam menjalani proses pendampingan. Dari aspek pendidikan, ditemukan bahwa keterbatasan akses, minimnya tenaga pendidik terlatih, serta kurangnya fasilitas inklusif menjadi hambatan utama dalam perkembangan akademik anak disabilitas. Sementara itu, faktor ekonomi menjadi tantangan yang signifikan karena kebutuhan terapi, alat bantu, dan transportasi sering kali melebihi kemampuan keluarga. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa perkembangan kemandirian anak tunadaksa merupakan hasil interaksi antara faktor internal (fisik, kognitif, dan emosional) dan faktor eksternal (dukungan keluarga, lingkungan sosial, serta kebijakan pendidikan). Pendekatan berbasis keluarga (family-centered care) dan kolaborasi antara pihak sekolah, tenaga kesehatan, serta pemerintah sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup, kemandirian, dan partisipasi sosial anak dengan disabilitas.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

CENDEKIA

Publisher

Subject

Nursing Public Health

Description

Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat "Cendekia Utama" merupakan jurnal ilmiah dalam bidang Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat yang diterbitkan oleh STIKES Cendekia Utama Kudus secara berkala dua kali dalam satu tahun. ISSN : ...