Kurikulum berbasis cinta (KBC) merupakan paradigma baru pendidikan yang dikembangkan untuk membangun proses pembelajaran yang humanis, spiritual, dan berorientasi pada penguatan karakter peserta didik. Dalam pendidikan agama Islam (PAI), evaluasi pembelajaran tidak lagi hanya berfokus pada pencapaian aspek kognitif, tetapi juga pada perkembangan afektif, spiritual, dan sosial peserta didik. Penelitian ini bertujuan merumuskan model evaluasi pembelajaran PAI dalam perspektif kurikulum berbasis cinta. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (Library Research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari artikel ilmiah, buku, dan dokumen kebijakan yang berkaitan dengan avaluasi pembelajaran PAI, dan kurikulum berbasis cinta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model evaluasi pembelajaran PAI berbasis cinta harus mencakup lima dimensi utama, yaitu evaluasi cinta kepada Allah dan Rasul, cinta kepada ilmu, cinta kepada lingkungan, cinta kepada diri sendiri, dan cinta kepada sesame dan bangsa. Implementasi evaluasi dilakukan melalui asesmen autentik, observasi prilaku, portofolio, refleksi diri, proyek social, dan tes akademik. Model evaluasi ini diharapkan mampu menghasilkan evaluasi yang lebih holistic dan mendukung terwujudnya tujuan pendidikan Islam yang berorientasi pada pembentukan Insan Kamil.
Copyrights © 2026