Virus, bakteri, dan jamur dapat menyebabkan pneumonia, infeksi akut yang menyerang saluran pernapasan bagian bawah, atau alveoli, dan menyebabkan peradangan pada jaringan paru-paru. Gejalanya meliputi sesak napas, demam, batuk, nyeri dada, dan adanya suara napas tambahan seperti ronkhi. Selain gejala fisik, individu juga dapat mengalami gejala psikologis seperti kecemasan. Untuk mengatasi kecemasan, Teknik Kebebasan Emosional Spiritual (SEFT) menggabungkan aspek energi spiritual dan psikologis tubuh untuk mengatasi masalah emosional. Teknik ini memanfaatkan 18 titik pada jalur meridian tubuh dan menstimulasi 12 jalur utama untuk mengatasi gangguan energi yang menyebabkan emosi negatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak terapi Teknik Kebebasan Emosional Spiritual (SEFT) dalam mengelola masalah kecemasan pada pasien yang didiagnosis pneumonia di Rumah Sakit Daerah Negeri Dr. Loekmono Hadi Kudus dengan desain pra-eksperimen, yang melibatkan kelompok partisipan pra-uji. Peneliti memilih sampel sebanyak 30 responden menggunakan purposive sampling. Peneliti mengumpulkan data menggunakan kuesioner Skala Kecemasan Penilaian Diri Zung (ZSAS). Hasil penelitian ini, menggunakan uji statistik Wilcoxon, menghasilkan nilai p kurang dari 0,005 (0,001), yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) terhadap kecemasan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) merupakan salah satu intervensi paling efektif untuk meredakan kecemasan pada pasien pneumonia.
Copyrights © 2025