Anemia merupakan kondisi rendahnya kadar hemoglobin dan sel darah merah dari normal yaitu 12 gr/dl, remaja putri memiliki resiko tinggi mengalami anemia karena dapat membuat daya tahan pada tubuh menurun sehingga rentan menyebabkan gangguan kesehatan. Anemia disebabkan oleh pemahaman yang rendah tentang zat besi, kadar hemoglobin yang rendah, panjangnya durasi menstruasi, penyakit infeksi, status sosial serta pola makan yang tidak baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, status gizi dan siklus menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan desain deskriptif analitik melalui pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Makarti jaya pada bulan Juni 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri kelas VII dan VIII di SMP Negeri 1 Makarti Jaya berjumlah 165 remaja putri dengan menggunakan rumus slovin didapatkan jumlah sampel sebanyak 62 responden dengan teknikpengambilan sampel non random dengan metode Purposive Sampling. Menggunakan alat pengumpulan data berupa kuisioner pengetahuan, status gizi dan siklus menstrasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariate, analisis univariat meliputi kejadian anemia, tingkat pengetahuan, status gizi dan siklus menstruasi. Sedangkan analisis bivariate menggunakan uji chi square . hasil penelitian didapatkan p-value = 0,478 (sig> 0,05) artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kejadiana anemia, p-value = 0,018 (sig< 0,05) artinya ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadiana nemia, p-value = 0,000 (sig< 0,05) artinya ada hubungan yang signifikan antara siklus menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 1 Makarti Jaya.
Copyrights © 2025