Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit dengan angka prevalensin terus meningkat secara global, tidak hanya di negara maju tetapi juga di negara berkembang. Komplikasi DM salah satunya ulkus diabetikum, kondisi ini dapat mengakibatkan jaringan serta kulit di sekitar luka menjadi busuk, bau, dan berwarna hitam. Ulkus diabetikum proses penyembuhannya menjadi lama diakibatkan oleh kerusakan saraf dan sirkulasi darah yang tidak lancar. Maka untuk mencegah terjadinya luka diabetikum pada pasien diebetes mellitus diperlukan kesadaran diri dalam mengontrol kadar gula darah, aktivitas fisik, rutin minum obat dan perawatan kaki yang rutin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perawatan kaki dengan karakteristik luka pada pasien diabetes mellitus. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional pada 30 responden, teknik sampling dalam penelitian ini purposive sampling, dengan uji statistic spearmen’s Rho. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner karakteristik luka (Maggit-Wagner). Hasil penelitian diperoleh p-value 0,114 (>0,05) dimana tidak ada hubungan perawatan kaki dengan karakteristik luka pada pasien diabetes mellitus.
Copyrights © 2025