Pijat bayi merupakan metode stimulasi dan relaksasi penting yang mendukung perkembangan fisik, emosional, serta mempererat ikatan orang tua-anak. Namun, prevalensi keterlambatan perkembangan bayi di Indonesia masih tinggi (28,7%), sering dikaitkan dengan minimnya pengetahuan ibu mengenai pijat bayi. Survei awal di Desa Bangko Pusako menunjukkan bahwa 15 dari 20 ibu tidak melakukan pijat bayi. Tujuan: Menganalisis hubungan pengetahuan ibu tentang pijat bayi dengan pelaksanaan pijat bayi secara mandiri. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 20 ibu yang memiliki bayi berusia 2–12 bulan dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan lembar observasi praktik pijat bayi. Analisis menggunakan uji chi-square. Mayoritas ibu memiliki pengetahuan kurang (45,0%) dan sebagian besar tidak melakukan pijat bayi (65,0%). Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dan pelaksanaan pijat bayi (p=0,001). Pengetahuan ibu berhubungan signifikan dengan praktik pijat bayi mandiri. Edukasi kesehatan perlu ditingkatkan untuk mendorong ibu melakukan pijat bayi secara mandiri.
Copyrights © 2025