Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan global, dengan Indonesia sebagai negara dengan kasus terbanyak kedua di dunia. Kabupaten Banyumas mencatat peningkatan kasus TB paru pada tahun 2023. Salah satu tantangan utama dalam pengobatan TB adalah rendahnya kepatuhan pasien dalam minum obat, yang dapat menyebabkan resistensi obat. Faktor kepatuhan dipengaruhi oleh berbagai aspek, termasuk dukungan keluarga. Family Coaching diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani terapi obat TB. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Family Coaching dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB paru di Desa Sumbang. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 responden yang dipilih menggunakan total sampling. Variabel independen adalah Family Coaching, sedangkan variabel dependen adalah kepatuhan minum obat. Data diambil dari APGAR Score dan Morisky Medication Adherence Scale lalu dianalisa dengan korelasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara Family Coaching dan kepatuhan minum obat dengan nilai signifikansi 0,0001 (p < 0,05). Koefisien korelasi Spearman sebesar 0,707 menunjukkan hubungan kuat dan positif antara kedua variabel.
Copyrights © 2025