Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg. Salah satu upaya pengendalian pada penderita hipertensi dengan terapi slow deep breathing. Slow deep breathing berefek menurunkan frekuensi pernapasan, tekanan darah, dan detak jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektifitas implementasi terapi slow deep breathing terhadap penderita hipertensi, Penelitian ini menggunakan desain pre-test dan post-test, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Instrument yang digunakan berupa SOP slow deep breathing, lembar observasi penelitian tekanan darah menurut American Heart Association (AHA) dan lembar ceklis. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita hipertensi di Kelurahan Majalengka Wetan Kabupaten Majalengka dengan sampel sebanyak 3 responden dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi dan hasilnya data diklasifikasikan berdasarkan tingkat hipertensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (100%) responden mengalami penurunan tekanan darah, diketahui 2 responden (66%) dengan kategori tekanan darah derajat 2 dan 1 responden (33%) dengan kategori tekanan darah derajat 1. Kesimpulan dari penelitian ini adalah slow deep breathing merupakan cara yang efektif untuk menurunkan tekanan darah tinggi sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif dalam penanganan tekanan darah tinggi.
Copyrights © 2025