Laporan WHO tahun 2023, terdapat sekitar 400.000 kasus tuberkulosis (TB) resisten obat di dunia. Indonesia menempati peringkat kedua dengan beban kasus tertinggi, dimana 81% kasus berhasil ditemukan dan 90% telah menerima pengobatan, menunjukkan peningkatan dari tahun sebelumnya. TB resisten obat terjadi ketika Mycobacterium tuberculosis kebal terhadap obat anti-tuberkulosis (OAT), sehingga menjadi perhatian utama dalam pengendalian TB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien TB resisten obat di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dilakukan pada November-Desember 2023 dengan teknik purposive sampling dan melibatkan 61 pasien TB resisten obat. Data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur mengenai karakteristik pasien tuberkulosis resisten obat. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki, berusia 36–45 tahun, berpendidikan perguruan tinggi, bekerja sebagai ibu rumah tangga atau tidak bekerja, serta sebagian besar memiliki riwayat kontak dengan penderita TB. Pasien umumnya mencari pengobatan saat mengalami gejala batuk atau batuk berdarah dalam dua minggu pertama, mengunjungi puskesmas sebagai fasilitas pertama, memiliki riwayat pengobatan TB sebelumnya, sedang dalam fase lanjutan pengobatan TB resisten obat, dan sebagian besar berperilaku merokok.
Copyrights © 2025