Fenomena adiksi game online pada remaja menjadi isu yang semakin mengkhawatirkan seiring dengan meningkatnya akses terhadap teknologi digital. Karakteristik individu dan kualitas interaksi sosial diduga berperan penting dalam memengaruhi tingkat kecenderungan remaja terhadap adiksi game online. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran karakteristik remaja, interaksi sosial, dan tingkat adiksi game online. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel sebanyak 47 remaja berusia 13–18 tahun dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan tiga instrument yang sudah diuji dan dinyatakan valid dan reliabel. Instrumen tersebut meliputi: kuesioner karakteristik demografis, skala Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah laki-laki (81,0%), bermain game selama lebih dari 3 jam per hari (77,0%), dan menggunakan perangkat smartphone sebagai media utama. Tingkat interaksi sosial remaja berada pada kategori gangguan (64,0%), sedangkan tingkat adiksi game online berada pada kategori berat (77,0%). Kesimpulan: Remaja dengan interaksi sosial yang rendah cenderung memiliki tingkat adiksi game online yang lebih tinggi. Faktor karakteristik seperti jenis kelamin, durasi bermain, dan media bermain juga berkontribusi terhadap kecenderungan adiktif.
Copyrights © 2025