Puasa pra-operasi merupakan prosedur penting untuk mencegah komplikasi seperti aspirasi pulmonal, namun kepatuhan pasien sering rendah akibat kurangnya pemahaman dan media pengingat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas penanda puasa sebagai inovasi sederhana untuk meningkatkan pengetahuan pasien mengenai puasa pra-operasi di sebuah rumah sakit rujukan Jawa Timur. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan dua belas responden yang dipilih melalui purposive sampling. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner. Teknik uji validitas menggunakan validitas konstruk dengan koefisien korelasi minimal 0,3 dapat dianggap valid dan uji reliabilitas menggunakan teknik konsistensi internal dengan nilai cronbach α minimal 0,4 dianggap reliabel. pre-test dan post-test setelah pemberian penanda puasa serta edukasi langsung. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon untuk membandingkan hasil pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden (42%) memiliki pengetahuan kurang. Setelah intervensi, terjadi peningkatan signifikan, dengan (83% )responden mencapai kategori pengetahuan baik. Penanda puasa terbukti menjadi alat visual yang efektif untuk memperkuat edukasi dan meminimalkan kesalahan informasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan penanda puasa dapat meningkatkan kepatuhan terhadap instruksi medis dan berkontribusi pada keselamatan pasien.
Copyrights © 2025