Burnout syndrome adalah masalah serius yang sering terjadi pada perawat pelaksana dan dapat menurunkan kualitas pelayanan serta kesejahteraan tenaga kesehatan. Kondisi ini dapat mengganggu kinerja, meningkatkan keinginan pindah profesi, bahkan berdampak pada keselamatan pasien. Salah satu faktor psikologis yang berperan dalam mencegah burnout syndrome adalah hardiness personality, yaitu kemampuan individu untuk tetap tangguh dan bertahan dalam situasi penuh tekanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hardiness personality dengan burnout syndrome pada perawat pelaksana di ruang rawat inap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif dan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana yang bekerja di ruang rawat inap sebanyak 174 orang. Sampel dalam penelitian ini 64 responden dengan teknik sampling proportional random sampling. Pengumpulan data mengunakan kuesioner Occupational Hardiness Questionnaire dan Maslach Burnout Inventory (MBI) yang sudah baku. Analisis bivariat menggunakan Uji rank spearman. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar (75%) responden menunjukkan tingkat hardiness personality yang tinggi, hampir seluruh (84,4%) responden menunjukan tingkat burnout syndrome yang sedang. Analisis variabel hardiness personality dengan burnout syndrome didapat p-value yaitu 0.004 atau sig < 0.05, maka Ha diterima sehingga ada hubungan hardiness personality dengan burnout syndrome. Hardiness personality terbukti memiliki hubungan signifikan dengan burnout syndrome pada perawat pelaksana. Temuan ini mengindikasikan bahwa hardiness personality dalam diri perawat berperan dalam menurunkan risiko burnout syndrome.
Copyrights © 2025