Preoperatif adalah periode penting yang sering disertai dengan kecemasan dan aktivitas sistem saraf simpatis yang meningkat, yang menyebabkan denyut jantung yang meningkat dan ketidakstabilan hemodinamik. Teknik non-farmakologis seperti latihan pernapasan hidung bergantian (Alternate Nostril Breathing atau ANB) dapat membantu mengurangi respons fisiologis tersebut. Tujuan: untuk mengevaluasi seberapa efektif latihan pernapasan hidung bergantian terhadap stabilitas denyut jantung pada pasien yang sedang menjalani operasi. Penelitian ini dirancang sebagai eksperimen quasi dengan menggunakan pendekatan yang menggunakan kelompok kontrol yang tidak sebanding. Sebanyak 30 orang yang disurvei dibagi menjadi dua kelompok: kelompok intervensi (n=15) yang menerima ANB selama sepuluh menit dan kelompok kontrol (n=15) yang melakukan latihan napas dalam. Kriteria inklusi dan eksklusi digunakan dalam teknik sampling purposive. Dengan menggunakan lembar observasi, denyut jantung diukur sebelum dan sesudah intervensi. Paired t-test dan independent t-test digunakan untuk menganalisis data. Penelitian menunjukkan perbedaan signifikan antara denyut jantung sebelum dan sesudah intervensi ANB, dengan nilai p = 0,003. Pada kelompok intervensi, rerata denyut jantung turun dari 97,47 x/menit menjadi 93,73 x/menit. Sebaliknya, tidak ada perbedaan signifikan yang ditemukan dalam kelompok kontrol (p = 0,623). Ada perbedaan signifikan dalam rerata denyut jantung pasca intervensi antara kedua kelompok (p = 0,001). Ini ditunjukkan oleh hasil uji independent t-test. Pada pasien preoperatif, latihan pernapasan hidung bergantian berhasil mengurangi denyut jantung dan menstabilkannya. ANB adalah pilihan yang baik untuk intervensi keperawatan non-farmakologis yang murah, aman, dan mudah diterapkan untuk persiapan preoperatif.
Copyrights © 2025