Stigma dan diskriminasi menyebabkan orang dengan HIV (ODHIV) memilki penerimaan diri yang rendah, yaitu aspek psikologis yang dapat mempengaruhi kualitas hidup dan kepatuhan pengobatan. Dukungan kelompok sebagai bagian intervensi keperawatan dapat meningkatkan adaptasi pasien dengan kondisi kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan intervensi dukungan kelompok terhadap penerimaan diri pada ODHIV. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimen dengan one group pretest-posttest design. Responden penelitian ini adalah ODHIV yang menjalani pengobatan di Puskesmas Dlanggu Mojokerto, dengan teknik purposive sampling didapatkan sampel sejumlah 36. Instrumen penelitian menggunakan lembar penilaian penerimaan berdasarkan SLKI PPNI dengan 6 kriteria dianalisis melalui perbandingan skor sebelum dan sesudah intervensi dukungan kelompok yang dilaksanakan mengacu pada SIKI PPNI. Hasil studi menunjukkan terdapat peningkatan penerimaan diri ODHIV dari 44% menjadi 100%. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor penerimaan diri sebelum dan sesudah intervensi (p < 0,05), yang berarti intervensi dukungan kelompok efektif meningkatkan penerimaan diri ODHIV pada aspek verbalisasi penerimaan, verbalisasi perasaan yang dialami, menyusun perencanaan masa depan, kemampuan menghargai diri, marah, dan ketergantungan pada orang lain.
Copyrights © 2025