Hipertensi merupakan salah satu masalah yang umum terjadi pada wanita pasca menopause, masalah yang terjadi berkaitan dengan perubahan hormonal, yang dapat mempengaruhi kestabilan emosi. Penurunan kadar estrogen selama menopause menjadi faktor risiko terjadinya hipertensi, emosi yang tidak stabil, dapat memperburuk terjadinya hipertensi. Penelitian bertujuan mengetahui keterkaitan antara keseimbangan emosi dan kejadian hipertensi pada wanita menopause Banyuwangi. Penelitian merupakan studi korelatif, dengan cross sectional sebagai pendekatanya, sejumlah 42 orang dipilihs sebagai respondengn dengan menggunakan metode purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah kuestioner stabilitas emosi yang dikembangkan oleh Akhtar dan Azhwar dengan hasil uji reliabilas 0,86 - 0,92, dan hasil uji validitas 0,71 - 0,98 serta alat pengukur tekanan darah adalah tensimeter sphygmomanometer, stetoskop, dan lembar observasi. Data yang terkumpul dilakukan uji analisis Rank Spearman dalam program SPSS. 18 Responden (42,9) memiliki stabilitas emosi kategori rendah, 17 Responden (40,5%) mengalami hipertensi derajat 1. Berdasarkan uji analisis, diketahui nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05). Terdapat keterkaitan antara stabilitas emosi dengan tingkat hipertensi pada wanita menopause penderita hipertensi. Stabilitas emosi terbukti berpengaruh terhadap tingkat hipertensi pada wanita menopause.
Copyrights © 2025