Kepemimpinan pembimbing klinik berperan penting dalam membentuk kompetensi profesional mahasiswa keperawatan, namun pengalaman mereka dalam menjalankan peran tersebut belum sepenuhnya dipahami. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna pengalaman pembimbing dalam memimpin proses pembelajaran klinik. Desain kualitatif fenomenologi digunakan pada 12 pembimbing klinik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena, dipilih secara purposif sampling. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis secara tematik melalui tahapan pengodean, pengelompokan makna, dan penarikan tema inti. Hasil menunjukkan beberapa temuan utama: pembimbing dipandang sebagai teladan, pendamping yang konsisten, fasilitator komunikasi terbuka, penanam nilai etika, serta perancang strategi pembelajaran yang terarah. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan pembimbing terbentuk melalui refleksi berkelanjutan, kerja kolaboratif, dan komitmen terhadap mutu pelayanan. Kesimpulannya, peningkatan dukungan institusi dan penguatan kapasitas pembimbing diperlukan agar bimbingan klinik semakin efektif dan berdampak pada perkembangan profesional mahasiswa.
Copyrights © 2026