Penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes melitus, dan hiperkolesterolemia merupakan masalah kesehatan yang banyak dialami oleh lansia dan memerlukan kemampuan pengelolaan diri yang optimal. Salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan pengelolaan penyakit kronis adalah self-efficacy, yaitu keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam melakukan perawatan diri. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat self-efficacy pada lansia dengan penyakit kronis. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional. Responden berjumlah 40 lansia dengan penyakit kronis yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling di Kecamatan Maos. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Chronic Disease Self-Efficacy Scale (CDSES) yang terdiri dari 33 item. Nilai validitas korelasi 0,50–0,80 dengan reliabilitas Cronbach’s Alpha 0,90. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori self-efficacy sedang (55,0%), diikuti oleh self-efficacy tinggi (42,5%), dan self-efficacy rendah (2,5%). Temuan ini mengindikasikan bahwa secara umum lansia telah memiliki keyakinan yang cukup dalam mengelola penyakit kronis, namun masih diperlukan upaya untuk meningkatkan self-efficacy agar mencapai tingkat optimal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan intervensi keperawatan yang berfokus pada pemberdayaan lansia melalui edukasi kesehatan, pendampingan, dan promosi perilaku hidup sehat.
Copyrights © 2026