Pasien dengan gagal napas memerlukan bantuan ventilasi mekanik untuk mempertahankan oksigenasi, namun penumpukan sekret dapat mengganggu pertukaran gas sehingga diperlukan tindakan penghisapan jalan napas. Penelitian ini bertujuan membandingkan metode penghisapan terbuka dan tertutup terhadap perubahan saturasi oksigen dan frekeunsi napas. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada pasien yang menggunakan alat bantu napas di ruang perawatan intensif, dengan pengukuran saturasi oksigen dan frekuensi napas sebelum dan setelah tindakan pada menit kelima, kesepuluh, dan ketiga puluh. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan nilai sebelum dan sesudah tindakan pada kedua metode, kemudian ditelaah untuk mengidentifikasi perbedaan perubahan dan kestabilan parameter pernapasan. Hasil menunjukkan bahwa kedua metode mampu mengeluarkan sekret dan memperbaiki ventilasi, namun metode tertutup lebih mampu mempertahankan kestabilan oksigenasi dan perubahan frekuensi napas yang lebih cepat kembali mendekati normal dibandingkan metode terbuka. Pada metode terbuka terjadi penurunan oksigenasi sesaat sebelum kembali meningkat, sedangkan metode tertutup menujukkan fluktuasi yang lebih ringan. Dengan demikian, metode tertutup dinilai lebih efektif dalam menjaga stabilitas kondisi pernapasan pasien.
Copyrights © 2026