Stres adaptif dapat memengaruhi tekanan darah dan kualitas hidup pada lansia yang menerima perawatan paliatif, terutama pada pasien hipertensi. Pengaturan tekanan darah dapat dipengaruhi oleh perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang dialami lansia. Perubahan ini dapat menyebabkan peningkatan stres dan penurunan kualitas hidup. Untuk mengetahui bagaimana stres adaptif dan kualitas hidup berhubungan dengan prevalensi hipertensi pada lansia yang menerima perawatan paliatif di Rumah Sakit Royal Prima Medan. Menggunakan teknik penelitian analitik korelasional kuantitatif. Dengan jumlah 30 pasien hipertensi lanjut usia yang menerima perawatan paliatif, yang dipilih menggunakan pendekatan sampel total. Kuesioner WHOQOL-BREF dan kuesioner stres adaptasi digunakan untuk mengumpulkan data primer, dan rekam medis digunakan untuk mengumpulkan data sekunder. Uji Chi-Square dengan α = 0,05 digunakan untuk analisis univariat dan bivariat. Stres, adaptasi tinggi (36,7%), dan kualitas hidup yang cukup (40,0%) dilaporkan oleh sebagian besar responden. 53,3% dari mereka yang disurvei memiliki tekanan darah tinggi. Baik adaptasi stres dan hipertensi (p = 0,000) maupun kualitas hidup dan hipertensi (p = 0,004) berkorelasi secara signifikan. Stres adaptasi dan kualitas hidup berhubungan signifikan dengan kejadian hipertensi pada lansia paliatif.
Copyrights © 2026