Menua adalah proses alami yang disertai adanya penurunan kondisi fisik, psikologis maupun sosial yang saling berinteraksi satu sama lain. Salah satu masalah psikologis yang dapat dialami oleh lansia adalah stres. Stres adalah reaksi tubuh terhadap sesuatu yang menimbulkan tekanan perubahan dan ketegangan emosi. Salah satu jenis terapi yang dapat digunakan untuk mengurangi stres yaitu terapi okupasi. Terapi ini berfokus pada pengenalan kemampuan yang masih ada pada seseorang, pemeliharaan dan peningkatan bertujuan untuk membentuk seseorang agar mandiri. Tujuan untuk mengetahui pengaruh terapi okupasi terhadap tingkat stres pada lansia di UPT PSTW. Desain Penelitian yang di gunakan pra eksperimental one group pre test post test. Tehnik Penelitian yang di pakai ialah proposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah lanjut usia (lansia) di UPT PSTW sebanyak 15 orang. Instrumen penelitian adalah lembar kuesioner DASS 42 dengan uji validitas dan reliabilitas internal berupa content dan construct. Analisa data bivariat menggunakan Wilcoxon sign test dengan bantuan komptier. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa sebelum dilakukan terapi okupasi sebagian besar responden mengalami stres berat sebesar 50,0%. Setelah diberikan terapi okupasi sebesar 42,9% tidak mengalami stres. Hasil analisa bivariat pada nilai signifikan a=0,5. Hasil uji statistik yang didapatkan p value sebesar 0,005. Penelitian ini memberikan hasil adanya pengaruh pemberian terapi okupasi terhadap stres pada lansia.
Copyrights © 2026