Amputasi merupakan tindakan pembedahan yang dilakukan untuk mengangkat sebagian atau seluruh anggota tubuh akibat trauma, infeksi, gangguan vaskular, maupun komplikasi penyakit kronis seperti diabetes melitus. Perawatan luka pasca amputasi yang tepat sangat penting untuk mempercepat proses penyembuhan, mencegah infeksi, serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Salah satu pendekatan yang banyak digunakan dalam perawatan luka modern adalah metode moist wound healing menggunakan balutan Metcovasin, yang berfungsi menjaga kelembapan luka sehingga mendukung proses regenerasi jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan perawatan luka amputasi menggunakan metode moist wound healing (Metcovasin) serta perkembangan kondisi luka selama periode perawatan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah pasien dengan luka amputasi yang menjalani perawatan menggunakan metode moist wound healing (Metcovasin). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap kondisi luka menggunakan instrumen pengkajian luka Bates-Jensen Wound Assessment Tool (BWAT), dokumentasi keperawatan, serta evaluasi perkembangan luka selama proses perawatan. Data disajikan dalam bentuk naratif dan deskriptif. Hasil perawatan luka menunjukan penurunan score BJWAT yaitu dari 40 menjadi 14. Perawatan luka amputasi pada Nn. N setiap dua hari sekali selama tiga bulan menggunakan metode moist wound healing (metcovazine regular) dapat membantu penyembuhan luka.
Copyrights © 2026