Osteoporosis adalah penyakit sistemik pada tulang yang mulai terjadi sejak usia 40 tahun karena kadar kalsium dalam tulang semakin menurun. Osteoporosis sering kali tidak menunjukkan gejala, sehingga penting bagi pra lansia memiliki pengetahuan baik tentang osteoporosis untuk dapat menerapkan perilaku pencegahan osteoporosis sedini mungkin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku pencegahan osteoporosis pada kelompok pra lansia di Posyandu Lansia Kelurahan Tlogosari Kulon wilayah kerja Puskesmas Tlogosari Kulon Semarang. Penelitian ini merupakan studi deskriptif korelasional pendekatan kuantitatif dengan metode cross-sectional. Sampel sebanyak 264 pra lansia dari 28 posyandu lansia dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen berupa kuesioner pengetahuan dan perilaku pencegahan osteoporosis, yang sudah dinyatakan valid, dengan nilai hasil rhitung ≥ rtabel (0,444) dan reliabel dengan hasil 0,966 pada soal pengetahuan dan 0,977 pada soal pencegahan osteoporosis ≥ konstanta (0,6). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Kendall’s Tau. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang rendah (72%) dan perilaku pencegahan osteoporosis yang kurang (56,4%). Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan osteoporosis dengan p-value = 0.016 dan r = 0.149 yang berarti semakin tinggi pengetahuan tentang osteoporosis maka semakin baik perilaku pencegahan osteoporosis.
Copyrights © 2026