Kecemasan merupakan kondisi psikologis yang sering dialami mahasiswa saat menghadapi ujian akhir, yang dapat mengganggu konsentrasi dan performa akademik. Prevalensi gangguan kecemasan pada kelompok usia remaja akhir dan dewasa muda mencapai 47,7% di Indonesia, sehingga diperlukan intervensi non-farmakologis yang aman dan mudah diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi relaksasi otot progresif dan terapi musik suara alam dalam menurunkan tingkat kecemasan mahasiswa tingkat 3 di Politeknik Insan Husada Surakarta. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan one-group pretest-posttest design yang dilaksanakan pada bulan September–Desember 2025. Sampel berjumlah 35 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) yang terdiri dari 14 item dan telah terbukti valid (koefisien korelasi item 0,529–0,727) serta reliabel (Cronbach's Alpha = 0,756). Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Analisis bivariat dengan uji paired t-test menunjukkan bahwa rata-rata skor HARS menurun secara signifikan dari 20,03 sebelum intervensi menjadi 12,77 setelah intervensi (p < 0,001). Sebelum intervensi mayoritas responden mengalami kecemasan sedang (57%) dan berat (29%), sedangkan setelah intervensi mayoritas berada pada kategori kecemasan ringan (60%) dan tidak cemas (9%). Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi terapi relaksasi otot progresif dan terapi musik suara alam efektif menurunkan kecemasan mahasiswa.
Copyrights © 2026