Kecemasan preoperatif merupakan masalah psikologis yang sering dialami pasien yang akan menjalani operasi dengan anestesi spinal. Kurangnya pemahaman mengenai prosedur anestesi dapat meningkatkan rasa takut, khawatir, dan ketidakpastian, sehingga diperlukan intervensi nonfarmakologis berupa edukasi audiovisual yang dipadukan dengan pemberian essential oil lavender. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengetahui tingkat kecemasan pasien sebelum dan sesudah diberikan edukasi audiovisual prosedur anestesi spinal serta essential oil lavender. Kegiatan dilaksanakan di Ruang Antasena dan Ruang Gayatri RST TK.III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto pada 50 pasien preoperasi yang akan menjalani anestesi spinal. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pengukuran tingkat kecemasan sebelum intervensi menggunakan kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale, screening alergi dan kenyamanan terhadap aroma lavender, pemberian edukasi audiovisual prosedur anestesi spinal selama 5 menit, sesi tanya jawab, pemberian inhalasi essential oil lavender menggunakan diffuser selama 15 menit, kemudian pengukuran kembali tingkat kecemasan setelah intervensi. Hasil menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar pasien berada pada kategori kecemasan sedang sebanyak 19 responden (38,0%) dan kecemasan berat sebanyak 17 responden (34,0%). Setelah intervensi, kecemasan pasien menurun, ditandai dengan meningkatnya kategori tidak ada kecemasan menjadi 7 responden (14,0%) dan kecemasan ringan menjadi 18 responden (36,0%), serta menurunnya kecemasan berat menjadi 5 responden (10,0%) dan tidak ditemukan lagi kategori panik. Edukasi audiovisual prosedur anestesi spinal yang dipadukan dengan essential oil lavender dapat digunakan sebagai intervensi nonfarmakologis untuk menurunkan kecemasan pasien preoperasi dan direkomendasikan sebagai bagian dari edukasi rutin preanestesi di ruang rawat inap.
Copyrights © 2026