Fenomena post-truth politics menjadi tantangan serius bagi keberlangsungan demokrasi Indonesia di era digital. Dalam kondisi ini, kebenaran objektif kehilangan pengaruh dalam bentuk opini publik, digantikan oleh emosi, keyakinan pribadi, dan narasi yang sering kali menyesatkan. Dampak dari budaya post-truth mencakup meningkatnya disinformasi, polarisasi identitas, penurunan rasionalitas politik, serta degradasi etika publik dan kepercayaan terhadap institusi demokrasi. Bertujuan untuk mengkaji peran Pancasila sebagai sistem etika dan solusi normatif dalam menjawab tantangan tersebut. Melalui metode deskriptif kualitatif dan pendekatan studi pustaka, penelitian ini menemukan bahwa nilai-nilai Pancasila seperti kejujuran, keadilan, kemanusiaan, musyawarah, dan persatuan sangat relevan dalam membangun budaya politik yang etis, rasional, dan demokratis. Strategi seperti penguatan literasi media dan integrasi pendidikan, etika Pancasila menjadi krusial untuk membentuk warga negara yang kritis, bertanggung jawab, dan tahan terhadap pengaruh disinformasi. Dengan demikian, revitalisasi nilai-nilai Pancasila di ranah komunikasi digital menjadi kunci untuk menjaga integritas demokrasi Indonesia di tengah gempuran budaya post-truth.
Copyrights © 2026