Praktik bosisme menyebabkan ketimpangan yang dialami oleh sekelompok masyarakat dalam beragam aspek kehidupan seperti ekonomi, sosial, dan politik. Film "The Godfather" (1972) merupakan salah satu film yang menggunakan elemen bosisme untuk menggambarkan bagaimana kelompok kecil yang memiliki kekuasaan cukup untuk melakukan kontrol terhadap sekelompok masyarakat beserta kebutuhan hidupnya. Menggunakan metode kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana bosisme direpresentasikan dalam keluarga mafia Corleone pada film "The Godfather" (1972) menggunakan pendekatan semiotika yang dikembangkan oleh Charles Sanders Peirce. Hasil penelitian menunjukkan pada film "The Godfather" (1972), keluarga mafia Corleone merepresentasikan bosisme melalui serangkaian adegan yang mengandung unsur unsur utama dalam bosisme, yakni adanya hubungan patron klien, monopoli terhadap sumber daya negara, tindakan koersif atau pembunuhan sebagai bentuk penyelesaian konflik, dan peninggalan kekuasaan dari pelaku bosisme. Keluarga mafia Corleone dalam film menunjukkan bahwasannya bos lokal dapat bertahan dalam ekosistem negara yang memiliki otoritas besar dengan memanfaatkan sumber daya negara dan di waktu yang sama memiliki pengaruh cukup besar untuk bisa membentuk wewenangnya sendiri dalam daerah kekuasannya.
Copyrights © 2026