Perairan Pulau Lemukutan merupakan salah satu wilayah pesisir yang memiliki potensi sumber daya perikanan yang tinggi, khususnya ikan pelagis kecil seperti ikan teri (Stolephorus sp.). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi daerah potensial penangkapan ikan teri berdasarkan dinamika suhu permukaan laut (SPL) dan konsentrasi klorofil-a. Metode yang digunakan adalah survei dengan pendekatan integrasi data penginderaan jauh dan observasi lapangan. Data SPL dan klorofil-a diperoleh dari citra satelit Aqua MODIS 2013–2023 yang diolah menggunakan SeaDAS, sedangkan analisis spasial dilakukan dengan ArcGIS melalui teknik overlay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi parameter lingkungan perairan relatif stabil dan berada dalam kisaran optimal, dengan suhu 29,1–30,4°C, salinitas 27,18–27,65‰, pH 8,35–8,47, oksigen terlarut 11,07–14,65 mg/L, serta kecepatan arus 0,156–0,231 m/det. Konsentrasi klorofil-a berkisar antara 0,54–10,6 mg/m³ dengan rata-rata 1,92 mg/m³ yang mengindikasikan perairan tergolong produktif, dengan sebaran lebih tinggi di wilayah pesisir akibat masukan nutrien dari daratan. Hasil integrasi parameter oseanografi menunjukkan bahwa daerah potensial penangkapan ikan teri berada pada wilayah dengan klorofil-a >0,7 mg/m³ dan SPL 29–30°C. Secara temporal, potensi penangkapan cenderung meningkat pada musim barat dan peralihan I, serta menurun pada musim timur
Copyrights © 2025