Defisiensi seng (Zn) pada tanah alkalin-kalkareus lahan kering Nusa Tenggara Timur (NTT) mengancam kualitas gizi jagung dan risiko stunting, namun kajian pedokimia lokalnya masih terbatas. Penelitian ini menganalisis dinamika ketersediaan Zn pada tanah alakalin NTT dan mengkuantifikasi akumulasinya dalam biji jagung lokal. Survei (Kupang, TTS, TTU) dengan 36 sampel tanah dan biji jagung dianalisis menggunakan korelasi Spearman, ANOVA, dan regresi berganda stepwise. pH berkorelasi negatif dengan Zn-DTPA (r=-0,65; p<0,01), sementara bahan organik berkorelasi positif nyata (r=0,71; p<0,01); setiap kenaikan pH menurunkan Zn tersedia sebesar 0,78 mg/kg. Model regresi tiga variabel (pH, bahan organik, KTK) menjelaskan 79% variasi Zn tersedia. Kandungan Zn biji berkisar 9,8-22,3 mg/kg, seluruhnya di bawah ambang WHO (20-40 mg/kg). Manajemen pH dan peningkatan bahan organik merupakan kunci optimasi Zn di lahan kering alkalin NTT.Kata Kunci: akumulasi Zn jagung, bahan organik tanah, dinamika seng, lahan kering, pH alkalin, Zn-DTPA
Copyrights © 2026