Latar Belakang: Delay Development adalah suatu keadaan dimana proses perkembangan anak tertunda pada satu atau lebih area dibandingkan dengan anak seusianya. Area pertumbuhan ini meliputi kemampuan motorik kasar, motorik halus, bahasa, perkembangan kognitif/intelektual, sosial, dan emosional anak. Tujuan : Mengetahui pengaruh penatalaksanaan fisioterapi menggunakan metode Neuro Senso Motor Reflek Development and Synchronization (NSMRD & S) dan Play Exercise terhadap anak dengan kondisi Delay Development (DD). Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan rancangan studi kasus. Subjek penelitian adalah seorang anak laki-laki berusia 2 tahun 10 bulan dengan diagnosis Delay Development, yang menjalani 4 sesi terapi di YPAC Prof. Dr. Soeharso Surakarta. Metode pengumpulan data dan analisa data menggunakan metode interview heteroanamnesis. Instrumen penelitian terdiri dari pemeriksaan tonus, sensoris, kekuatan otot, reflek, tumbuh kembang, dan aktivitas fungsional. Hasil : (1) belum terdapat peningkatan tonus otot postural; (2) terdapat integrasi gangguan sensoris vestibular; (3) belum terdapat peningkatan kekuatan otot pada fleksor trunk dan dorso fleksor ankle; (4) terdapat integrasi gangguan reflek Parachute (protective extension) forward; (5) terdapat peningkatan perkembangan pada sektor personal sosial dan motorik kasar; dan (6) terdapat peningkatan kemampuan aktivitas fungsional pada kemampuan kneeling, berjalan mundur, dan berlari. Kesimpulan : Modalitas NSMRD&S dan Play Exercise dapat mengurangi problematika pada anak dengan kondisi Delay Development namun belum menunjukkan peningkatan yang signifikan pada semua aspek, khususnya tonus otot postural dan kekuatan otot spesifik. Diperlukan intervensi berkelanjutan untuk mencapai kemandirian penuh. Kata kunci : Delay Development, Neuro Senso Motor Reflek Development and Synchronization (NSMRD&S), Play Exercise
Copyrights © 2026