Indonesia berkomitmen mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sesuai dengan Perjanjian Paris 2015, salah satunya melalui pemanfaatan biomassa dalam teknologi co-firing pada PLTU XYZ. Penelitian ini bertujuan menentukan biomassa terbaik untuk co-firing di PLTU XYZmenggunakan pendekatan Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Preference Ranking Organization Method for Enrichment Evaluation (PROMETHEE). Alternatif biomassa yang dianalisis meliputi tandan kosong kelapa sawit (tankos), woodchip, cangkang sawit, dan serbuk gergaji (sawdust). Kriteria dan subkriteria keberlanjutan ditentukan melalui studi literatur dan wawancara dengan para ahli. Berdasarkan Hasil pembobotan kriteria menggunakan AHP menunjukkan aspek lingkungan 47,07% sebagai kriteria paling dominan, diikuti sosial 19,86%, kinerja operasi 22,15%, dan ekonomi 10.92%. Selanjutnya perangkingan PROMETHEE I dan II, diperoleh bahwa peringkat pertama sawdust dengan netflow -0,125, peringkat kedua cangkang sawit dengan net flow -0,2024, peringkat ketiga tankos dengan net flow -0,4727 dan peringkat ke empat woodchip dengan net flow -0,6423.Kata Kunci: AHP-PROMETHEE, Co-firing, Gas Rumah Kaca
Copyrights © 2026