Seiring perkembangan, perawat dituntut terlibat dalam kontrol dan pengelolaan obat pasien atau sentralisasi obat. Pengelolaan sentralisasi yang optimal adalah salah satu cara untuk meningkatkan mutu pelayanan keperawatan. Sistem sentralisasi obat digunakan untuk keamanan dan mempermudah pasien dalam menggunaan obat selama perawatan di ruang rawat inap rumah sakit sehingga tidak adanya medical eror dalam pengelolaan obat. Selain itu diharapkan dapat meningkatkan kepuasan pasien sehingga selalu diatas standart minimum kepuasan pasien untuk pelayanan yang diberikan instansi yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia yaitu minimum 95%. Belum banyak dilakukan penelitian terkait sentralisasi obat dan bagaimana hubungan sentralisasi obat dengan kepuasan pasien. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan design Cros-sectional. Teknik sampling menggunakan Purposive Sampling dengan total responden sebanyak 96 responden. Analisa data menggunakan uji Chi Square. uji menunjukkan p value 0.000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan adanya hubungan yang signifikan antara sentralisasi obat terhadap kepuasan pasien di Rumah Sakit Umum Wisma Rini tahun 2024. Nilai Odd Ratio (OR) 8.33 (CI 95% : 2.96 – 23.41) sehingga disimpulkan pasien yang diberlakukan sentralisasi dengan baik memiliki peluang sebesar 8.33 untuk merasa puas dengan pelayanan sentralisasi obat. Adanya hubungan Sentralisasi Obat Terhadap Kepuasan Pasien.
Copyrights © 2026