Sindrom pramenstruasi merupakan kumpulan gejala fisik, psikologis dan perilaku yang terjadi tujuh hingga sepuluh hari sebelum haid atau pada fase luteal siklus menstruasi. Di Indonesia prevalensi sindrom pramenstruasi yaitu 80,6% pada tahun 2019. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh relaksasi otot progresif terhadap nyeri dan skor sindrom pramenstruasi pada remaja putri. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan jenis penelitian Quasi Eksperiment. Desain penelitian ini adalah Non equivalent control group series. Penelitian ini akan dilakukan di SMP PGRI Pekanbaru pada bulan April – Juni 2026. Populasi adalah seluruh remaja putri SMP PGRI Pekanbaru sebanyak 87 orang. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Pemberian relaksasi otot progresif selama 5 hari sebelum menstruasi terbukti efektif dalam mengurangi nyeri (p-value 0.000) dan skor sindrom pramenstruasi (p-value 0.000). Diharapkan para siswa bisa menerapkan relaksasi otot progresif sebelum menstruasi.
Copyrights © 2026