SD Prennthaler Kalirejo masih menjalankan proses administrasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan pembayaran secara manual, menyebabkan kendala seperti waktu pemrosesan lama, risiko kehilangan dokumen, dan minimnya transparansi. Penelitian ini bertujuan merinci aktivitas menggunakan Work Breakdown Structure (WBS), memodelkan proses dengan Business Process Modeling Notation (BPMN) 2.0, serta merancang model berbasis teknologi informasi. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan proses PPDB terdiri dari 10 task dengan 67 aktivitas, pembayaran 8 task dengan 59 aktivitas. Model BPMN as-is mengidentifikasi bottleneck seperti verifikasi manual 3-5 hari dan pencatatan ganda. Model to-be mengusulkan pendaftaran online 24/7, database terintegrasi, dan kuitansi digital otomatis. Perbandingan menunjukkan peningkatan efisiensi 60-75% untuk PPDB, 75-85% untuk pembayaran, serta pengurangan error 80%. Kata Kunci: BPMN, Work Breakdown Structure, PPDB, Administrasi Pembayaran, Transformasi Digital
Copyrights © 2025