Sesuai dengan PP No.95 Tahun 2018 (SPBE) dan Peraturan BMKG No.4 Tahun 2020, informasi merupakan aset krusial bagi BBMKG Wilayah II. Sebagai institusi yang bertanggung jawab atas data meteorologi, klimatologi, dan geofisika, (seperti info gempa dan tsunami) akurasi dan keamanan data sangat vital bagi keselamatan publik. Berbagai ancaman yang terjadi seperti terjadinya web defacement, sering terjadinya gangguan kelistrikan yang merusak server sehingga dapat menghambat layanan yang harus real time dan kurangnya kesadaran keamanan informasi dikalangan pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan dan keandalan aset serta dokumen Data Center BBMKG Wilayah II, mengidentifikasi ancaman risiko keamanan informasi keberlangsungan yang harus dimitigasi dan dikontrol, serta melakukan implementasi kerangka kerja SNI ISO/IEC 27001:2022 dalam manajemen risiko keamanan informasi. Metode yang digunakan dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, studi dokumen, dan Focus Group Discusion (FGD). Penelitian ini menghasilkan 30 risiko yang harus dimitigasi dengan sistem pengendalian dari SNI ISO/IEC 27001:2022 yang meliputi 3 (tiga) kategori risiko, yaitu keamanan, infrastruktur, dan sumberdaya manusia (SDM), dimana salah satu terindikasi adalah belum adanya kebijakan SMKI dan kebijakan operasional keamanan informasi yang melanggar Klausul 5.2 - Kebijakan. Setelah dilakukan penanganan risiko selama 3 bulan diantaranya dengan pembuatan dokumen SMKI dan dokumen operasional keamanan informasi, hasil pengujian menunjukkan sejumlah 0 NC mayor, 4 NC minor, dan 9 OFI, yang menggambarkan sangat baik untuk status SMKI di Data center BBMKG Wilayah II.
Copyrights © 2026