Jurnal Riset Farmasi
Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Farmasi (JRF)

Tingkat Kepatuhan Pengguna Obat Anti Tuberculosis di Rumah Sakit Umum Pindad Turen Periode Agustus-September 2025

Misgiati (Program Studi Farmasi, ITSK RS dr Soepraoen Malang, Indonesia)
Siti Rahmawati (Program Studi Farmasi, ITSK RS dr Soepraoen Malang, Indonesia)
Eka Putri Radotul Jannah (Program Studi Farmasi, ITSK RS dr Soepraoen Malang, Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 Jul 2026

Abstract

Abstract. Tuberculosis remains a global health problem, including in Indonesia. Adherence to anti-tuberculosis medication is essential to achieve cure and prevent drug resistance. This study aimed to determine the level of adherence to anti-tuberculosis medication among patients at Pindad Turen General Hospital period august – september 2025. The research used a descriptive observational method with a cross-sectional approach. Data were collected using the MMAS-8 questionnaire from 36 respondents and analyzed descriptively. The results showed that 0% of respondents had high adherence, 64% had moderate adherence, and 36% had low adherence. The main factors contributing to non-adherence were treatment fatigue and forgetfulness in taking medication. Conclusion: The majority of tuberculosis patients at Pindad Turen General Hospital had moderate (64%) or low (36%) medication adherence, with no patients (0%) showing high adherence. Non-adherence was caused by boredom with the routine treatment schedule and occasional forgetfulness due to daily activities. The findings of this study can serve as a reference for the hospital in designing digital reminder strategies and optimizing the role of Medication Intake Supervisors (PMO). The strength of this research lies in its focus on examining patients’ treatment fatigue and daily behavior, rather than only looking at static demographic factors such as age or distance from home. Abstrak.  Penyakit tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan global termasuk di Indonesia. Kepatuhan penggunaan obat anti tuberkulosis sangat penting untuk mencapai kesembuhan dan mencegah resistensi obat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kepatuhan penggunaan obat anti tuberkulosis di RSU Pindad Turen periode agustus – september 2025. Metode penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner MMAS-8 dari 36 responden dan dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan 0% responden patuh tinggi, 64% patuh sedang, dan 36% patuh rendah. Faktor utama ketidakpatuhan adalah kejenuhan jadwal pengobatan dan lupa minum obat. Kesimpulan: Kepatuhan minum obat pasien tuberkulosis di RSU Pindad Turen mayoritas berada di kategori sedang (64%) dan rendah (36%), tanpa ada pasien berkepatuhan tinggi (0%). Ketidakpatuhan ini disebabkan oleh rasa jenuh terhadap jadwal rutin dan faktor "terkadang lupa" di tengah kesibukan harian. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan bagi rumah sakit untuk merancang strategi pengingat digital serta mengoptimalkan peran Pengawas Menelan Obat (PMO). Keunggulan penelitian ini terletak pada fokusnya yang berhasil membahas rasa jenuh pasien karena berobat terus menerus dan perilaku harian pasien, bukan sekadar melihat faktor demografi statis seperti usia atau jarak rumah.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

JRF

Publisher

Subject

Chemistry Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Jurnal Riset Farmasi Jurnal Riset Farmasi (JRF) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review yang mempublikasikan hasil riset dan kajian teoritik terhadap isu empirik dalam sub kajian farmasi. JRF ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6292 yang diterbitkan oleh ...