Penurunan mutu fisiologis benih cabai rawit kedaluwarsa memerlukan teknologi yang mampu mempertahankan efektivitas agen hayati selama penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh masa simpan bioenkapsulasi rizobakteri indigenous, pengaruh perbedaan isolat, serta interaksi keduanya terhadap viabilitas dan vigor benih cabai rawit (Capsicum frutescens L.) kedaluwarsa. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3 × 6 dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah masa simpan bioenkapsulasi selama 2, 4, dan 6 minggu, sedangkan faktor kedua adalah isolat rizobakteri yang terdiri atas kontrol, BB 7/1, GB 7/1, BB 7/3, BB 4/1, dan GB 4/4. Bioenkapsulasi yang telah disimpan sesuai perlakuan kemudian didekapsulasi, dan larutannya digunakan untuk merendam benih selama 24 jam sebelum dikecambahkan menggunakan metode Uji Kertas Digulung Didirikan (UKdD). Parameter yang diamati meliputi potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh, mean germination time, dan panjang akar. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji Duncan New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masa simpan bioenkapsulasi dan perbedaan isolat berpengaruh sangat nyata terhadap seluruh parameter yang diamati. Interaksi kedua faktor berpengaruh sangat nyata terhadap daya berkecambah, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh, mean germination time, dan panjang akar, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap potensi tumbuh maksimum. Isolat GB 7/1 memberikan performa terbaik dalam mempertahankan viabilitas dan vigor benih, sedangkan isolat BB 4/1 menghasilkan panjang akar tertinggi.
Copyrights © 2026