Perkembangan di bidang konstruksi mendorong lahirnya berbagai inovasi ramah lingkungan, salah satunya melalui pemanfaatan material timbunan berupa mortar busa. Mortar busa merupakan campuran semen Portland, pasir, udara, dan foam agent yang menghasilkan material ringan dengan karakteristik khusus. Material ini banyak digunakan pada bangunan non-struktural, terutama sebagai pengisi rongga, karena sifatnya yang mudah diaplikasikan, ekonomis, serta mampu menyesuaikan dengan berbagai kebutuhan lapangan. Karakteristik busa mortar sangat dipengaruhi oleh daya serap udara, di mana semakin besar jumlah pori-pori maka semakin tinggi pula penyerapan udara yang terjadi. Tingginya penyerapan udara dapat berdampak pada penurunan kuat tekanan, kerusakan struktur akibat pembengkakan, perubahan warna karena pengelupasan, serta memicu pertumbuhan jamur yang mengurangi umur layak bahan. Selain itu, perbedaan volume pori juga akan menentukan tingkat kestabilan dan ketahanan busa mortar ketika digunakan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, penting untuk meninjau secara komprehensif hubungan antara volume pori dan tingkat penyerapan udara dalam busa mortar. Pengetahuan mengenai aspek tersebut diharapkan dapat membantu menghasilkan mutu mortar busa yang lebih baik dan sesuai standar konstruksi penyerapan maksimal 25%. Berdasarkan temuan penelitian sebelumnya, penulis terdorong untuk meneliti lebih lanjut bagaimana proses penyerapan udara mempengaruhi karakteristik fisik busa mortar, khususnya terkait peran volume pori sebagai salah satu faktor utama dalam penyerapan.
Copyrights © 2026