Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi teori percakapan dalam perspektif Islam dan ilmu komunikasi modern untuk membangun kerangka komunikasi yang komprehensif, etis, dan transformatif. Percakapan dipahami sebagai fenomena interaksi yang tidak hanya bersifat linguistik, tetapi juga simbolik, sosial, dan spiritual. Perspektif Islam menekankan prinsip qaulan (sadida, baligha, layyina, ma’rufa, dan karima) serta syura sebagai dasar kejujuran, kelembutan, musyawarah, dan tanggung jawab moral dalam komunikasi. Sementara itu, teori percakapan modern dianalisis melalui paradigma positivistik, interpretif, dan kritis, dengan fokus pada Conversation Analysis dan Conversation Theory yang menyoroti struktur interaksi dan konstruksi makna bersama. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan kajian literatur, jurnal, tesis, dan dokumen relevan. Hasil penelitian menunjukkan adanya keselarasan antara etika komunikasi Islam dan mekanisme percakapan modern, seperti pergiliran bicara, mendengarkan aktif, dan perbaikan ujaran. Integrasi kedua perspektif ini memperkaya analisis komunikasi dan praktik percakapan yang adil, manusiawi, dan bermakna.
Copyrights © 2025