Budidaya hidroponik telah muncul sebagai teknologi pertanian alternatif untuk mengatasi keterbatasan lahan, masalah efisiensi sumber daya, serta meningkatnya permintaan akan sayuran berkualitas tinggi. Namun, keberhasilan produksi selada hidroponik sangat bergantung pada praktik manajemen budidaya, khususnya intensitas penyiraman dan pemilihan media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh intensitas penyiraman dan media tanam terhadap pertumbuhan selada hidroponik di Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 65 petani selada hidroponik sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dengan skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan SPSS versi 25 melalui analisis deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji-t, uji-F, serta analisis koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penyiraman berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan selada hidroponik. Selain itu, media tanam juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan selada. Hasil pengujian secara simultan mengonfirmasi bahwa intensitas penyiraman dan media tanam berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan selada hidroponik. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,554 menunjukkan bahwa kedua variabel independen tersebut menjelaskan 55,4% variasi dalam pertumbuhan selada hidroponik. Temuan ini menunjukkan bahwa manajemen irigasi yang efektif dan pemilihan media tanam yang tepat merupakan faktor penting untuk meningkatkan produktivitas selada hidroponik. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi petani hidroponik di Malang dengan menekankan pentingnya manajemen budidaya terpadu untuk mencapai produksi sayuran yang berkelanjutan dan efisien.
Copyrights © 2026