Masa remaja merupakan fase transisi yang rentan terhadap berbagai permasalahan kesehatan mental, salah satunya kecemasan. Salah satu intervensi non farmakologis yang dapat diterapkan secara mandiri untuk menurunkan kecemasan adalah terapi butterfly hug. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi butterfly hug terhadap tingkat kecemasan remaja di SMA Negeri 3 Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 77 remaja kelas XI dan XII yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner Zung Self-Rating Anxiety Scale (Z-SAS) sebelum dan sesudah pemberian terapi butterfly hug. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan remaja setelah diberikan terapi butterfly hug. Uji statistik menunjukkan nilai p < 0,05, yang menandakan terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi. Terapi butterfly hug berpengaruh signifikan dalam menurunkan tingkat kecemasan remaja di SMA Negeri 3 Palangka Raya. Implikasi keperawatan dari penelitian ini adalah perawat komunitas dan perawat sekolah dapat mengimplementasikan terapi butterfly hug sebagai intervensi keperawatan mandiriĀ yang mudah, aman, dan efektif dalam mengatasi kecemasan pada remaja di tatanan praktik keperawatan komunitas maupun keperawatan sekolah.
Copyrights © 2026