Gout arthritis merupakan penyakit akibat penumpukan kristal asam urat pada sendi yang menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan keterbatasan fleksibilitas, terutama pada lanjut usia. Intervensi nonfarmakologis diperlukan sebagai alternatif untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan kemampuan gerak sendi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas kombinasi gerakan shalat (rukuk dan sujud) serta kompres parutan jahe terhadap penurunan nyeri dan peningkatan fleksibilitas sendi pada penderita gout arthritis. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan pretest–posttest. Responden dipilih sesuai kriteria penelitian dan diberikan intervensi berupa kombinasi gerakan shalat serta kompres parutan jahe secara rutin. Intensitas nyeri diukur menggunakan Visual Analogue Scale (VAS), sedangkan fleksibilitas sendi dinilai melalui observasi Range of Motion (ROM). Data dianalisis menggunakan uji statistik yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi gerakan shalat dan kompres parutan jahe efektif menurunkan intensitas nyeri serta meningkatkan fleksibilitas sendi pada penderita gout arthritis. Efek hangat jahe membantu meningkatkan sirkulasi dan mengurangi persepsi nyeri, sedangkan gerakan shalat mendukung mobilitas sendi dan merangsang pelepasan endorfin. Intervensi ini berpotensi menjadi salah satu alternatif keperawatan nonfarmakologis untuk meningkatkan kenyamanan dan kemampuan aktivitas pasien gout arthritis. Â
Copyrights © 2026