ABSTRAK Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan global dan sering disertai dengan kelainan hematologis, salah satunya anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jenis anemia dengan status bakteriologis berdasarkan Tes Cepat Molekuler (TCM) pada penderita tuberkulosis paru di Rumah Sakit YW UMI Ibnu Sina Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data rekam medis pasien TB paru periode Januari–Desember 2024. Sampel penelitian berjumlah 72 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penderita TB paru mengalami anemia mikrositik sebanyak 40 orang (55,6%), sedangkan anemia normositik sebanyak 32 orang (44,4%). Status bakteriologis terbanyak adalah kategori medium (31,9%), diikuti high (30,6%), low (25,0%), dan very low (12,5%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,245 (p>0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis anemia dan status bakteriologis pada penderita tuberkulosis paru. ABSTRACT Tuberculosis (TB) remains a major global health problem and is often associated with hematological disorders, one of which is anemia. This study aimed to determine the relationship between the type of anemia and bacteriological status based on the Molecular Rapid Test (TCM) in pulmonary tuberculosis patients at YW UMI Ibnu Sina Hospital, Makassar. This research used a quantitative method with a cross-sectional design using medical record data of pulmonary TB patients from January to December 2024. The sample consisted of 72 patients who met the inclusion and exclusion criteria. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analysis with the Chi-Square test. The results showed that most pulmonary TB patients had microcytic anemia (55.6%), while normocytic anemia was found in 44.4% of patients. The most common bacteriological status was medium (31.9%), followed by high (30.6%), low (25.0%), and very low (12.5%). The Chi-Square test showed a p-value of 0.245 (p>0.05), indicating that there was no significant relationship between the type of anemia and bacteriological status in pulmonary tuberculosis patients.
Copyrights © 2026