PLTA pumped storage berperan penting dalam menjaga keandalan sistem ketenagalistrikan pada era transisi energi. Namun, kinerjanya sangat bergantung pada ketersediaan air yang rentan terhadap perubahan iklim. Penelitian ini menganalisis curah hujan historis dan proyeksi curah hujan di DAS Grindulu sebagai dasar evaluasi ketersediaan air reservoir PLTA Grindulu pumped storage. Data curah hujan Stasiun Tegalombo periode 2015–2024 dianalisis, sedangkan proyeksi hingga 2100 menggunakan skenario SSP2-4.5 dan SSP5-8.5 dengan koreksi bias Quantile Delta Mapping (QDM). Hasil menunjukkan curah hujan memiliki variabilitas antartahun yang tinggi, dengan rata-rata tahunan 2182 mm dan standar deviasi 720 mm. Metode QDM efektif mengurangi bias model, ditunjukkan oleh PBIAS yang umumnya berada dalam rentang ±15%, nilai MAE yang stabil, dan RMSE yang konsisten antardekade. Proyeksi jangka panjang menunjukkan peningkatan curah hujan tahunan pada kedua skenario, dengan ketidakpastian lebih besar pada SSP5-8.5 setelah pertengahan abad. Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan iklim dapat memengaruhi ketersediaan air reservoir dan keandalan PLTA pumped storage, sehingga diperlukan perencanaan yang adaptif.
Copyrights © 2026