Ketersediaan sumber daya manusia kesehatan (SDMK) yang memadai merupakan faktor kunci dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan di puskesmas. Puskesmas KTM Sungai Rambutan Kabupaten Ogan Ilir menghadapi tantangan pemenuhan kebutuhan SDMK sesuai standar Permenkes Nomor 19 Tahun 2024. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kebutuhan SDMK berdasarkan karakteristik wilayah, jumlah dan jenis tenaga kesehatan, kesenjangan ketenagaan, serta rencana pemenuhannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 7 informan (Kepala Bidang Sumber Daya Manusia Kesehatan Dinas Kesehatan, Kepala Seksi Sumber Daya Manusia, PJ Sumber Daya Manusia, PJ Kepegawaian Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas KTM Sungai Rambutan, PJ Kepegawaian Puskesmas KTM Sungai Rambutan, PJ SDMK Puskesmas KTM Sungai Rambutan), observasi, dan telaah dokumen. Penelitian dilaksanakan tanggal 9-22 April 2026. Validitas data dijamin melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa Puskesmas KTM Sungai Rambutan merupakan puskesmas non rawat inap di kawasan perdesaan transmigrasi. Dari 37 tenaga kesehatan yang tersedia, masih terdapat kekurangan pada tenaga dokter gigi, dokter keluarga layanan primer, epidemiolog, psikolog klinis, fisioterapis, tenaga sistem informasi kesehatan, dan tenaga administrasi keuangan. Terdapat kesenjangan antara kondisi ketenagaan dengan standar Permenkes 19/2024 (kebutuhan 40–47 orang). Rencana pemenuhan dilakukan melalui rekrutmen CPNS, PPPK, BLUD, redistribusi, dan program Nusantara Sehat. Simpulannya adalah kebutuhan SDMK di Puskesmas KTM Sungai Rambutan belum terpenuhi secara optimal. Diperlukan strategi pemenuhan SDMK yang komprehensif berbasis analisis beban kerja dan karakteristik wilayah.
Copyrights © 2026