Angka kesakitan pada bayi baru lahir terbesar di negara berkembang seperti Indonesia total keseluruhan hampir 30.000/176.000 kelahiran hidup, dan 30 % diantaranya mendapatkan perawatan setelah lahir dengan berbagai gangguan seperti bayi kuning, asfiksia, infeksi, kelainan jantung bawaan dan berbagai penyakit lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan ibu yang memiliki bayi di Ruang Perawatan NICU RSUD Bangkinang. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 10 sampai dengan 30 Oktober 2019. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu dari bayi yang dirawat di Ruang Perawatan NICU RSUD Bangkinang yang berjumlah 30 responden. Teknik pengambilan sampel dengan metode accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui sebaran kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian yaitu 18 responden (60,0%) berpengetahuan kurang, dengan lamanya hari rawat tergolong lama yaitu sebanyak 17 responden (56,7%), sebagian besar status sosial ekonomi kategori tidak mencukupi yaitu sebanyak 19 responden (63,3%). Hasil analisa bivariat diketahui ada hubungan yang bermakna antara faktor pengetahuan dengan tingkat kecemasan ibu, nilai p value = 0,00 atau p ≤ 0,05. Ada hubungan yang bermakna antara faktor lama hari rawat dengan tingkat kecemasan ibu dengan nilai p value = 0,001 atau p ≤ 0,05. Ada hubungan yang bermakna antara faktor status sosial ekonomi dengan tingkat kecemasan ibu dalam proses perawatan bayi dengan nilai p value = 0,00 atau p ≤ 0,05. Oleh karena itu diharapkan bagi pihak terkait agar dapat memberikan penyuluhan dan informasi kepada ibu yang memiliki bayi tentang prosedur perawatan bayi terhadap ibu agar mekanisme koping yang baik pada ibu bayi dalam menghadapi proses perawatan bayi di ruang NICU Rumah Sakit.
Copyrights © 2025