Kurangnya kemampuan masyarakat mengenali tanda bahaya hipertensi dapat menunda rujukan pada kondisi akut. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan efikasi diri masyarakat dalam mengenali kegawatdaruratan hipertensi dan melakukan tindakan awal yang aman. Program menggunakan pendekatan Community-Based Participatory Research (CBPR) bersama Ketua RT dan kader kesehatan di RT 44 Kelurahan Lebung Gajah, Palembang. Sebanyak 30 orang dewasa dan lansia mengikuti identifikasi kebutuhan, perencanaan bersama, edukasi interaktif, demonstrasi, simulasi, pemeriksaan tekanan darah, serta evaluasi pretest-posttest. Rerata pengetahuan meningkat dari 58,7 menjadi 86,5 (27,8 poin; 47,4%). Proporsi peserta yang yakin mengenali tanda bahaya meningkat dari 36,7% menjadi 90,0%; melakukan tindakan awal dari 30,0% menjadi 86,7%; segera membawa pasien ke fasilitas kesehatan dari 56,7% menjadi 96,7%; dan menghadapi kondisi darurat dari 33,3% menjadi 90,0%. Secara deskriptif, edukasi partisipatif berbasis simulasi meningkatkan pengetahuan dan efikasi diri jangka pendek serta layak diintegrasikan dalam kegiatan Posbindu PTM.
Copyrights © 2026