Latar Belakang: Lansia merupakan kelompok rentan yang berisiko mengalami kegawatdaruratan kesehatan. Keluarga sebagai caregiver utama berperan penting dalam mendeteksi tanda awal kegawatdaruratan, namun kemampuan deteksi dini masih terbatas. Edukasi Early Warning Signs (EWS) dapat meningkatkan kesiapsiagaan keluarga. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi EWS terhadap kemampuan deteksi dini kegawatdaruratan pada lansia oleh keluarga di Puskesmas Kuranji Padang. Metode: Penelitian menggunakan desain pre-experimental one group pretest–posttest. Sampel terdiri dari 30 keluarga yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner valid dan reliabel tentang kemampuan deteksi dini. Intervensi edukasi EWS diberikan dua kali pertemuan dengan metode ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, serta media leaflet dan visual. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Sebelum edukasi, 60,0% responden berada pada kategori kemampuan deteksi dini kurang. Setelah edukasi, 56,7% responden masuk kategori baik. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan antara pretest dan posttest (p = 0,001), dengan median skor meningkat dari 2,00 menjadi 3,00. Saran: Disarankan agar edukasi EWS diintegrasikan sebagai program rutin di pelayanan kesehatan komunitas, dilaksanakan oleh perawat dan puskesmas, serta diterapkan oleh keluarga caregiver untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menangani lansia. Kata Kunci: Caregiver Keluarga, Deteksi Dini, Early Warning Signs, Kegawatdaruratan, Lansia.
Copyrights © 2026