Latar Belakang: Keberhasilan program KB adalah kualitas konseling akseptor, karena konseling berperan membantu pemilihan metode kontrasepsi tepat serta memengaruhi tingkat kepuasan penggunaan kontrasepsi. konseling yang optimal, peran mutu konseling terhadap kepuasan dan kontinuitas pemakaian. Tujuan: Mengetahui hubungan konseling KB dengan tingkat kepuasan akseptor terhadap penggunaan kontrasepsi. Metode: Penelitian ini di lakukan di praktek dokter Rezi bulan Oktober-November 2025, menggunakan desain kuantitatif metode survei analitik pendekatan cross sectional Analisa chi square. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh akseptor KB 30 responden, teknik pengambilan sampel total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian sebagian besar responden memperoleh konseling KB yang baik (60,0%), mayoritas akseptor puas terhadap penggunaan kontrasepsi (66,7%). Hasil analisis bivariat terdapat hubungan yang bermakna antara konseling KB dengan tingkat kepuasan akseptor terhadap penggunaan kontrasepsi (ρ value = 0,020). Nilai Odds Ratio (OR = 2) menunjukkan bahwa akseptor yang memperoleh konseling KB kurang baik memiliki risiko dua kali lebih besar untuk merasa tidak puas dibandingkan dengan akseptor yang memperoleh konseling KB baik. Saran: Disarankan tenaga kesehatan meningkatkan kualitas konseling KB melalui komunikasi efektif, pemberian informasi lengkap, serta pelibatan akseptor dalam pengambilan keputusan kontrasepsi.Kata Kunci: Konseling KB, Kepuasan Akseptor, Kontrasepsi, Keluarga Berencana
Copyrights © 2026