Krisis iklim global merupakan salah satu tantangan paling mendesak bagi peradaban manusia yang menuntut respons lintas disiplin, termasuk integrasi dimensi spiritual, etis, dan ilmiah dalam studi Islam. Penelitian ini mengeksplorasi keterkaitan antara studi Islam dan kesadaran lingkungan dengan menekankan bagaimana ajaran Al-Qur’an memberikan dasar teologis bagi tanggung jawab ekologis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan pendekatan tafsir tematik (al-tafsīr al-mawḍū‘ī) untuk menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan alam, keseimbangan, dan peran manusia sebagai khalifah (khalīfah fī al-arḍ), dengan dukungan kerangka teori eko-teologi Seyyed Hossein Nasr serta perspektif hermeneutis M. Quraish Shihab. Analisis menunjukkan bahwa Al- Qur’an menegaskan hubungan manusia dengan alam bersifat non-eksploitatif, berlandaskan amanah Ilahi dan prinsip keseimbangan (wasatiyyah). Hasil penelitian juga menekankan pentingnya integrasi etika lingkungan ke dalam kurikulum pendidikan tinggi Islam serta pemanfaatan platform digital untuk memperkuat literasi ekologis di kalangan generasi muda Muslim. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa Al-Qur’an menawarkan kerangka teologis dan moral yang komprehensif untuk membangun ketahanan ekologis, sementara penguatan kesadaran lingkungan di kalangan umat Islam memerlukan sinergi antara reformasi kelembagaan, tradisi akademik, dan keterlibatan aktif para cendekiawan.
Copyrights © 2026